{"id":116,"date":"2026-08-07T02:32:44","date_gmt":"2026-08-07T02:32:44","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/08\/07\/cara-minum-antibiotik-yang-benar-agar-tidak-terjadi-resistensi\/"},"modified":"2026-08-07T02:32:44","modified_gmt":"2026-08-07T02:32:44","slug":"cara-minum-antibiotik-yang-benar-agar-tidak-terjadi-resistensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/08\/07\/cara-minum-antibiotik-yang-benar-agar-tidak-terjadi-resistensi\/","title":{"rendered":"Cara Minum Antibiotik yang Benar agar Tidak Terjadi Resistensi"},"content":{"rendered":"<p>Antibiotik adalah obat untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Karena itu, antibiotik tidak bermanfaat untuk flu atau batuk pilek biasa yang umumnya disebabkan virus. Di Indonesia, antibiotik termasuk golongan obat keras sehingga hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter.<\/p>\n<p>Jika dokter meresepkan antibiotik, minumlah sesuai jadwal dan jumlah yang tertulis, serta habiskan sesuai lama pengobatan yang ditentukan walaupun keluhan sudah membaik. Menghentikan pengobatan terlalu cepat dapat membuat sebagian bakteri bertahan hidup dan berkembang menjadi lebih kuat.<\/p>\n<p>Kondisi ketika bakteri tidak lagi mempan terhadap antibiotik disebut resistensi antimikroba. Hal ini membuat infeksi lebih sulit disembuhkan, pengobatan lebih lama, dan biaya lebih besar. Hindari menyimpan sisa antibiotik, memberikannya kepada orang lain, atau membelinya tanpa resep.<\/p>\n<p>Bila Anda mengalami efek samping seperti ruam, gatal, atau diare berat selama minum antibiotik, segera hubungi dokter atau apoteker. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui DokterIN untuk memastikan apakah keluhan Anda memang memerlukan antibiotik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antibiotik hanya efektif untuk infeksi bakteri. Pelajari cara meminumnya dengan benar agar tidak memicu resistensi yang membahayakan kesehatan Anda.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-obat-vitamin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}