{"id":141,"date":"2026-08-31T02:49:05","date_gmt":"2026-08-31T02:49:05","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/08\/31\/sulit-tidur-karena-overthinking-dan-cara-menenangkan-pikiran\/"},"modified":"2026-08-31T02:49:05","modified_gmt":"2026-08-31T02:49:05","slug":"sulit-tidur-karena-overthinking-dan-cara-menenangkan-pikiran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/08\/31\/sulit-tidur-karena-overthinking-dan-cara-menenangkan-pikiran\/","title":{"rendered":"Sulit Tidur karena Overthinking dan Cara Menenangkan Pikiran"},"content":{"rendered":"<p>Banyak orang merasa tubuhnya lelah, tetapi pikirannya justru semakin aktif saat hendak tidur. Kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking, seperti mengulang kejadian hari itu atau mengkhawatirkan hari esok, dapat membuat Anda sulit terlelap dan sering terbangun.<\/p>\n<p>Salah satu cara yang dapat dicoba adalah menyediakan waktu khusus untuk menuliskan kekhawatiran beberapa jam sebelum tidur. Dengan menuangkannya ke kertas, pikiran cenderung lebih lega karena Anda tahu hal tersebut dapat dipikirkan kembali esok hari.<\/p>\n<p>Selain itu, ciptakan rutinitas tidur yang menenangkan, misalnya meredupkan lampu, menjauhkan gawai, dan melakukan relaksasi pernapasan. Jika setelah sekitar dua puluh menit Anda belum juga tertidur, bangunlah sejenak dan lakukan aktivitas ringan hingga rasa kantuk datang.<\/p>\n<p>Apabila sulit tidur berlangsung berminggu-minggu dan disertai rasa cemas atau murung, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau psikolog. Gangguan tidur yang menetap dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang memerlukan penanganan lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pikiran yang terus berputar di malam hari dapat membuat tidur sulit dan tidak nyenyak. Simak cara sederhana menenangkan pikiran menjelang tidur.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-mental"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}