{"id":145,"date":"2026-09-04T01:40:55","date_gmt":"2026-09-04T01:40:55","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/09\/04\/menyeimbangkan-waktu-kerja-dan-istirahat-demi-tubuh-yang-sehat\/"},"modified":"2026-09-04T01:40:55","modified_gmt":"2026-09-04T01:40:55","slug":"menyeimbangkan-waktu-kerja-dan-istirahat-demi-tubuh-yang-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/09\/04\/menyeimbangkan-waktu-kerja-dan-istirahat-demi-tubuh-yang-sehat\/","title":{"rendered":"Menyeimbangkan Waktu Kerja dan Istirahat demi Tubuh yang Sehat"},"content":{"rendered":"<p>Tuntutan pekerjaan sering membuat seseorang melewatkan makan, kurang bergerak, dan tidur terlalu larut. Jika berlangsung terus-menerus, pola ini dapat membuat tubuh mudah lelah, daya tahan menurun, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan kenaikan berat badan.<\/p>\n<p>Mulailah dengan menetapkan jam kerja yang jelas, terutama jika Anda bekerja dari rumah. Tentukan waktu untuk memulai dan mengakhiri pekerjaan, lalu usahakan tidak membuka email pekerjaan di luar jam tersebut. Sisipkan jeda singkat di sela pekerjaan untuk berdiri, minum air, atau berjalan sebentar.<\/p>\n<p>Jangan lupa menyediakan waktu untuk makan dengan tenang, berolahraga, dan tidur yang cukup. Manfaatkan waktu luang untuk aktivitas fisik yang Anda sukai, seperti bersepeda, berkebun, atau berjalan santai bersama keluarga. Hari libur sebaiknya benar-benar digunakan untuk beristirahat agar tubuh sempat pulih.<\/p>\n<p>Jika Anda sering merasa kelelahan berkepanjangan meski sudah cukup beristirahat, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bekerja tanpa jeda dapat menguras energi dan mengganggu pola hidup sehat. Temukan cara mengatur waktu kerja dan istirahat yang lebih seimbang.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}