{"id":155,"date":"2026-09-13T15:05:27","date_gmt":"2026-09-13T15:05:27","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/09\/13\/dampak-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja\/"},"modified":"2026-09-24T01:40:03","modified_gmt":"2026-09-24T01:40:03","slug":"dampak-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/09\/13\/dampak-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja\/","title":{"rendered":"Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja"},"content":{"rendered":"<p>Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan remaja untuk bersosialisasi, belajar, dan berekspresi. Meski bermanfaat, penggunaan yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental, terutama pada masa ketika remaja sedang membentuk jati diri dan rasa percaya diri.<\/p>\n<p>Kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang tampak sempurna dapat memicu rasa rendah diri, cemas, dan tidak puas terhadap diri sendiri. Selain itu, perundungan daring, rasa takut tertinggal informasi, serta penggunaan gawai hingga larut malam dapat mengganggu suasana hati dan kualitas tidur.<\/p>\n<p>Orang tua dapat membantu dengan membangun komunikasi yang terbuka, menyepakati batas waktu penggunaan gawai bersama, dan memberi contoh kebiasaan digital yang sehat. Dorong remaja untuk tetap aktif dalam kegiatan di luar layar dan menjalin pertemanan secara langsung.<\/p>\n<p>Perhatikan pula perubahan perilaku seperti menarik diri, murung berkepanjangan, atau penurunan prestasi. Bila hal tersebut terjadi, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog anak dan remaja untuk mendapatkan pendampingan yang tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Media sosial membawa manfaat, tetapi penggunaan berlebihan dapat memengaruhi suasana hati remaja. Pahami dampaknya dan cara mendampingi mereka.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":32,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-mental"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":239,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155\/revisions\/239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}