{"id":157,"date":"2026-09-15T12:16:22","date_gmt":"2026-09-15T12:16:22","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/09\/15\/panduan-eksfoliasi-dengan-aha-dan-bha-untuk-kulit-wajah\/"},"modified":"2026-09-24T01:40:03","modified_gmt":"2026-09-24T01:40:03","slug":"panduan-eksfoliasi-dengan-aha-dan-bha-untuk-kulit-wajah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/09\/15\/panduan-eksfoliasi-dengan-aha-dan-bha-untuk-kulit-wajah\/","title":{"rendered":"Panduan Eksfoliasi dengan AHA dan BHA untuk Kulit Wajah"},"content":{"rendered":"<p>Eksfoliasi bertujuan mengangkat sel kulit mati agar kulit tampak lebih halus dan cerah. Selain dengan scrub, eksfoliasi dapat dilakukan secara kimiawi menggunakan AHA dan BHA. Cara ini cenderung lebih merata dan tidak memerlukan gosokan yang dapat melukai permukaan kulit.<\/p>\n<p>AHA, seperti asam glikolat dan asam laktat, larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit. Bahan ini cocok untuk kulit kering atau kusam dengan tekstur yang tidak rata. BHA, seperti asam salisilat, larut dalam minyak sehingga dapat masuk ke dalam pori. Karena itu, BHA sering dipilih oleh pemilik kulit berminyak dan kulit dengan pori tersumbat.<\/p>\n<p>Mulailah dengan konsentrasi rendah sebanyak satu hingga dua kali seminggu pada malam hari, lalu sesuaikan dengan respons kulit. Hindari menggunakan beberapa eksfoliator sekaligus atau memadukannya dengan retinol pada malam yang sama di awal pemakaian. Eksfoliasi berlebihan dapat merusak skin barrier dan membuat kulit perih serta kemerahan.<\/p>\n<p>AHA dapat meningkatkan kepekaan kulit terhadap sinar matahari, sehingga gunakan sunscreen setiap pagi. Jika Anda memiliki kulit sangat sensitif, konsultasikan dengan dokter kulit melalui DokterIN sebelum memulai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AHA dan BHA membantu mengangkat sel kulit mati secara kimiawi. Ketahui perbedaan keduanya dan cara memakainya agar tidak berlebihan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-skin-care"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":235,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157\/revisions\/235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}