{"id":158,"date":"2026-09-16T12:21:49","date_gmt":"2026-09-16T12:21:49","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/09\/16\/arti-logo-lingkaran-hijau-biru-dan-merah-pada-kemasan-obat\/"},"modified":"2026-09-24T01:40:03","modified_gmt":"2026-09-24T01:40:03","slug":"arti-logo-lingkaran-hijau-biru-dan-merah-pada-kemasan-obat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/09\/16\/arti-logo-lingkaran-hijau-biru-dan-merah-pada-kemasan-obat\/","title":{"rendered":"Arti Logo Lingkaran Hijau, Biru, dan Merah pada Kemasan Obat"},"content":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda memperhatikan logo lingkaran berwarna pada kemasan obat? Logo ini merupakan penanda golongan obat sesuai ketentuan di Indonesia, sehingga masyarakat dapat mengetahui apakah suatu obat boleh dibeli bebas atau memerlukan resep dokter.<\/p>\n<p>Logo lingkaran hijau dengan garis tepi hitam menandakan obat bebas, yang relatif aman dan dapat dibeli tanpa resep. Logo lingkaran biru dengan garis tepi hitam menandakan obat bebas terbatas, yang juga dapat dibeli tanpa resep, tetapi disertai tanda peringatan khusus pada kemasan yang wajib diperhatikan.<\/p>\n<p>Sementara itu, logo lingkaran merah dengan garis tepi hitam dan huruf K di tengahnya menandakan obat keras. Obat golongan ini hanya boleh diperoleh dengan resep dokter karena penggunaannya perlu pengawasan untuk mencegah efek samping dan penyalahgunaan.<\/p>\n<p>Meskipun obat bebas dan bebas terbatas dapat dibeli sendiri, tetap gunakan sesuai aturan pakai dan hentikan bila keluhan tidak membaik. Untuk obat keras, pastikan Anda memiliki resep yang sah. Resep dari dokter di DokterIN dapat ditebus di apotek mitra agar obat yang Anda terima sesuai kebutuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Logo lingkaran pada kemasan obat menunjukkan golongannya. Pahami arti warna hijau, biru, dan merah agar Anda tahu obat mana yang memerlukan resep dokter.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-obat-vitamin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":233,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158\/revisions\/233"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}