{"id":160,"date":"2026-09-18T10:02:44","date_gmt":"2026-09-18T10:02:44","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/09\/18\/biduran-atau-urtikaria-pemicu-dan-tanda-bahayanya\/"},"modified":"2026-09-24T02:36:20","modified_gmt":"2026-09-24T02:36:20","slug":"biduran-atau-urtikaria-pemicu-dan-tanda-bahayanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/09\/18\/biduran-atau-urtikaria-pemicu-dan-tanda-bahayanya\/","title":{"rendered":"Biduran atau Urtikaria: Pemicu dan Tanda Bahayanya"},"content":{"rendered":"<p>Biduran atau urtikaria adalah munculnya bentol kemerahan yang menonjol, terasa gatal, dan dapat berpindah lokasi dalam hitungan jam. Kondisi ini terjadi akibat pelepasan zat histamin di kulit yang membuat pembuluh darah kecil melebar dan cairan merembes ke jaringan sekitarnya.<\/p>\n<p>Pemicu biduran cukup beragam, antara lain alergi makanan seperti seafood, telur, atau kacang, gigitan serangga, obat-obatan tertentu, serta infeksi. Faktor fisik seperti udara dingin, panas, tekanan pada kulit, keringat, dan stres juga dapat memicu bentol pada sebagian orang. Pada biduran yang berlangsung lebih dari enam minggu, penyebabnya sering kali sulit ditemukan.<\/p>\n<p>Untuk meredakan gejala ringan, Anda dapat mengompres kulit dengan air dingin, mengenakan pakaian longgar, menghindari menggaruk, dan mencatat kemungkinan pemicu agar dapat dihindari di kemudian hari.<\/p>\n<p>Segera cari pertolongan medis bila biduran disertai bengkak pada bibir, kelopak mata, atau lidah, sesak napas, suara serak, pusing, atau lemas, karena dapat menandakan reaksi alergi berat. Bila biduran sering kambuh, konsultasikan dengan dokter.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biduran ditandai bentol merah yang gatal dan berpindah-pindah. Ketahui pemicu umumnya serta gejala darurat yang memerlukan pertolongan medis segera.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kulit-kecantikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":229,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160\/revisions\/229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}