{"id":18,"date":"2026-09-18T06:43:44","date_gmt":"2026-09-18T06:43:44","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/09\/18\/pola-makan-sehat-untuk-menjaga-daya-tahan-tubuh\/"},"modified":"2026-09-24T01:40:03","modified_gmt":"2026-09-24T01:40:03","slug":"pola-makan-sehat-untuk-menjaga-daya-tahan-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/09\/18\/pola-makan-sehat-untuk-menjaga-daya-tahan-tubuh\/","title":{"rendered":"Pola Makan Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh"},"content":{"rendered":"<p>Daya tahan tubuh yang optimal sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian. Konsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, dan paprika dapat membantu meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan melawan infeksi.<\/p>\n<p>Selain vitamin C, tubuh juga membutuhkan vitamin D yang bisa diperoleh dari paparan sinar matahari pagi maupun makanan seperti ikan berlemak dan telur. Zinc yang terdapat pada kacang-kacangan dan biji-bijian juga berperan penting dalam menjaga fungsi sistem imun.<\/p>\n<p>Selain memperhatikan asupan makanan, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, tidur cukup 7-8 jam per hari, dan kelola stres dengan bijak. Kombinasi pola makan sehat dan gaya hidup seimbang akan membantu tubuh lebih siap menghadapi berbagai penyakit infeksi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem imun yang kuat dimulai dari piring makan Anda. Simak pola makan yang dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-18","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":230,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18\/revisions\/230"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}