{"id":21,"date":"2026-09-21T06:43:44","date_gmt":"2026-09-21T06:43:44","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/2026\/09\/21\/mengenal-obat-generik-dan-obat-paten-apa-bedanya\/"},"modified":"2026-09-24T02:36:16","modified_gmt":"2026-09-24T02:36:16","slug":"mengenal-obat-generik-dan-obat-paten-apa-bedanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/2026\/09\/21\/mengenal-obat-generik-dan-obat-paten-apa-bedanya\/","title":{"rendered":"Mengenal Obat Generik dan Obat Paten, Apa Bedanya?"},"content":{"rendered":"<p>Obat generik dan obat paten sebenarnya memiliki kandungan zat aktif yang sama serta efektivitas yang setara, karena keduanya telah melalui uji bioekivalensi sebelum diedarkan. Perbedaan utama terletak pada nama dagang, kemasan, dan harga jual di pasaran.<\/p>\n<p>Obat paten dijual dengan harga lebih tinggi karena produsen perlu menutup biaya riset dan pengembangan selama masa paten berlaku. Setelah masa paten berakhir, produsen lain dapat memproduksi versi generik dengan kandungan yang identik namun harga lebih terjangkau.<\/p>\n<p>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan setiap obat generik yang beredar telah memenuhi standar mutu, keamanan, dan efektivitas yang sama dengan obat paten. Jadi, tidak perlu ragu menggunakan obat generik selama diresepkan dan digunakan sesuai anjuran dokter atau apoteker.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak yang mengira obat generik kurang manjur dibanding obat paten. Simak fakta sebenarnya di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_dps_reviewed_by":"","_dps_reviewed_by_url":"","_dps_reviewed_by_new_tab":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-21","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":224,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions\/224"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.dokterin.co.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}