Jadwal Imunisasi Anak dan Mitos yang Perlu Diluruskan
Imunisasi dasar diberikan sejak bayi lahir agar anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah, seperti hepatitis B, tuberkulosis, polio, difteri, pertusis, tetanus, campak, dan rubela. Secara umum, bayi mendapat hepatitis B saat lahir, BCG dan polio pada bulan pertama, lalu DPT-HB-Hib, polio, PCV, dan rotavirus secara bertahap hingga usia sekitar empat bulan, serta campak-rubela di usia sembilan bulan. Imunisasi lanjutan diberikan di usia balita dan sekolah. Jadwal lengkap dapat dilihat di buku KIA atau jadwal IDAI.
Masih banyak mitos yang beredar, misalnya vaksin menyebabkan autisme. Faktanya, berbagai penelitian besar tidak menemukan hubungan tersebut. Mitos lain menyebut anak tidak boleh diimunisasi bila sedang batuk pilek ringan, padahal kondisi ringan tanpa demam tinggi umumnya tidak menjadi halangan.
Demam ringan, rewel, atau bengkak di bekas suntikan adalah reaksi wajar yang biasanya membaik dalam satu hingga dua hari. Bila anak terlambat imunisasi, jadwal dapat dikejar tanpa perlu mengulang dari awal.
Segera ke dokter bila setelah imunisasi anak mengalami demam sangat tinggi, kejang, sesak napas, atau bengkak pada wajah.